Waktu membuka-buka Majalah BNews (Bhawikarsu News-majalah SMAN 3 Malang) dan membaca artikel tentang Bhawikarsu Art, saya sedikit terkenang tentang cerita rakyat Lutung Kasarung ini. Em, sebelum bercerita tentang Lutung Kasarung, mari sedikit mereview Bhawikarsu Art.
Bhawikarsu Art merupakan acara kebudayaan tahunan yang diselenggarakan di SMA 3 Malang. Acara kebudayan ini berlangsung selama sehari. Dalam satu hari itu, siswa-siswa mengenakan pakaian tradisional, menggelar bazar makanan, dan menampilkan pertunjukan tradisional. Beberapa kali, sempat diadakan pemilihan Putra-Putri Bhawikarsu juga (hi3..inget pernah dicalonin). Hari itu juga, diadakan pemilihan pertunjukan terbaik, stand terbaik, dan kelas dengan suporter terbaik.
Pertunjukan dalam Bhawikarsu Art diisi oleh siswa kelas 1 dan kelas 2. Sewaktu kelas 2, kelas saya (2.3-DotId) menampilkan drama-tari berjudul “Prambanan, Kulo Ing Tresno” – jawanisasi dari “Eiffel, I’m In Love” (Restya nari, he2). Waktu kelas 1 (1.4-Spygheti)…drama kelas saya berjudul “Kucing Kasarung”-modifikasi dari Lutung Kasarung (Restya jadi ibu ratu).
Nah, sekarang masuk ke cerita Lutung Kasarung…Berikut kisah singkat yang diambil dari wikipedia (dengan perubahan seperlunya)
Lutung Kasarung (artinya Lutung yang Tersesat) adalah cerita pantun yang mengisahkan legenda masyarakat Sunda tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Dalam perjalanannya di Bumi, sang Lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang. Ceritanya, Purbararang meracuni Purbasari sehingga Purbasari menjadi buruk rupa dan diusir dari istana.
Lutung membantu Purbasari menjadi cantik kembali dengan memberikan lulur mandi Purbasari. Purbasari lalu menikah dengan Lutung Kasarung dan kembali ke istana orang tuanya. Mengetahui kedatangan Purbasari, Purbararang menantang Purbasari untuk memperebutkan tahta. Tantangan terakhir yang diberikan adalah “lomba ganteng antar suami” -_-’. Purbararang pun memamerkan suaminya yang ganteng…dan tiba-tiba Lutung Kasarung berubah menjadi pangeran yang lebih ganteng. Lutung Kasarung dan Purbasari lalu memerintah Kerajaan Pasir Batang dan kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama. Happily ever after.L
Well, kalau dihayati kisah ini memiliki nilai moral yang mirip dengan kisah Beauty and The Handsome Beast (juga Pangeran Kodok dan Ande-Ade Lumut): don’t judge a book from its cover. Bedanya, Purbasari menikah dengan Lutung Kasarung sebelum Lutung berubah menjadi pangeran. Sementara, Belle menikah dengan Beast setelah Beast berubah menjadi pangeran.
Jadi kepikiran, misalnya Beast nggak berubah, Belle bakal mau nggak, ya? Hehe
Certain as the sun
Rising in the east
Tale as old as time
Song as old as rhyme
Lutung Kasarung![]()

Posted by ray rizaldy on July 3, 2008 at 2:38 pm
mirip shrek juga ya?
*contoh orang yang lebih hapal film asing daripada kisah negeri sendiri
Posted by dewantika on July 4, 2008 at 9:14 am
tp yg lutung itu loh..dia kan bntuknya lutung..kok si putri mau ya nikah sama yg beda spesies? itu nikahnya sah gak ya..
(btw, res, blogku jo mbok lebokne blogroll ya.. isin aku. pnyamu ae sing taktaro blogroll ku..hehe..)
Posted by ghe2 on July 4, 2008 at 5:56 pm
Kalo yang Kucing Kasarung, ceritanya sama?
Kenapa harus Kucing? hehe.. cuma mikir, kalo kelinci kan lebih imut gitu,, ato bisa juga jerapah, ato singa, ato gorila Kasarung,, hehe.
Posted by anis on July 6, 2008 at 10:15 pm
*ngebayangin tya pake kebaya*
cerita rakyat s**da ya? ehehehe
Posted by Cerita SMA - Bedhol Bhawikarsu « rest-cycle bin on January 5, 2009 at 4:34 pm
[...] pm Tiba-tiba ingin mengenang masa-masa SMA yang indah. Yaps, setelah sedikit mengulas tentang Bhawikarsu Art (saat saya harus menggunakan kebaya dan menari…hehe), saya ingin sedikit mengabadikan memori [...]
Posted by karina on May 25, 2009 at 5:48 pm
aduhhhhhhh bingung bgt nehhhhhh aneh2 j tuh cerita zmn dahulu pke ada orzng yg mirip monyet lgi adu be parah “ngik”
Posted by restya on May 25, 2009 at 11:42 pm
tapi tetep menghargai kebudayaan lah, ya ^^