Maryamah Karpov – Novel Terakhir Tetralogi Laskar Pelangi

buah termanis dalam berani bermimpi adalah keajaiban-keajaiban dalam perjalanan menggapainya

Hore… liburan ini saya berhasil menamatkan sebuah novel… Maryamah Karpov. Makasi buat temen kosan yang udah meminjamkan novelnya. Berikut ini review singkatnya…

Judul buku : Maryamah Karpov, mimpi-mimpi lintang
Pengarang : Andrea Hirata
Harga : menurut Google 79.000, tapi saya si minjem temen ^^
Penerbit : Mizan
Tebal : 503 halaman terdiri atas 73 Mozaik alias bab

Novel pamungkas tetralogi Laskar Pelangi ini bercerita tentang kepulangan Andrea Hirata (Ikal) ke tanah air setelah kelulusannya dari Universitas Sorbonne, Perancis. Ikal pulang ke Belitong dan kembali bertemu dengan ayah, ibu, dan sepupunya, Arai… juga anggota Laskar Pelangi lainnya. Novel berlanjut dengan kisah cinta Arai-Zakiah Nurmala dan pencarian Ikal terhadap A Ling. Pencarian tersebut konon melibatkan ekspedisi berbahaya (taruhan nyawa, lho) mengarungi samudra dan berhubungan dengan hal-hal mistis seperti pertemuan dengan Tuk Bayan Tula. Berhasilkah Ikal menemukan A Ling? Bagaimanakah akhir hubungan Ikal dengan A Ling? Bagaimana pula kabar teman-teman Laskar Pelangi lainnya? Temukan jawabannya dalam novel ini (anyway, jawaban pertanyaan kedua belum bisa ditemukan si)

Dalam novel ini, Andrea Hirata masih menggunakan kekuatannya dalam penceritaan secara detail-deskriptif. Kekhasannya dalam menulis itulah yang membuat novel tampak hidup. Namun, terkadang terdapat deskripsi yang begitu panjang sehingga membuat saya agak bosan… hehe. Walaupun dikabarkan tidak sebagus 3 novel sebelumnya, menurut saya novel terakhir ini tetap bagus dan membuka wawasan kita tentang budaya Melayu. Selain itu, novel ini benar-benar mengajari kita untuk berani bermimpi dan berjuang keras untuk menggapai mimpi tersebut… Hal tersebut ditunjukkan oleh kerasnya perjuangan Ikal di tengah-tengah cacian dan makian. Salut2…

Well, yang sebenarnya mengganjal pikiran saya adalah…

  1. Motivasi Ikal yang rela mempertaruhkan nyawa (hanya) untuk menemukan kabar A Ling.
    Puf… sebegitukah efek dari kata ‘cinta’? Sampai sang penulis pun mengambil sebuah pelajaran moral bahwa… cinta mungkin berbanding terbalik dengan waktu, tapi berbanding lurus dengan gila.
    Jadi teringat postingan yang ini
  2. Judulnya Maryamah Karpov… tapi Maryamah Karpovnya nggak banyak disinggung :mrgreen:

6 Responses to this post.

  1. Katanya, Res, sbnrnya novel Maryamah Karpov itu kebagi jadi dua, yg baru kamu baca itu bagian pertamanya. (tetralogi palsu gw rasa…)

    Kmrn beredar kabar kalo si Andrea Hirata malah mau vakum nulis tuh. :|

    Hehe.

    eh, masa gitu, Nda?

    Reply

  2. belum selesai baca udah harus balik ke Bandung…

    gila-gilaan itu pas buat kapal…
    sekali percobaan langsung bisa ngitung2 kayak gitu…

    iya… cem jenius

    Reply

  3. saya belum baca tuh, gimana ceritanya? menarik ya?

    he-eh… seru, kok

    Reply

  4. Awak juga berhasil menamatkan novel, HP7, tanpa membeli, alias via SoftCopy,. :D

    dasar..kahim suka bajakan

    Reply

  5. Hoho… Baru aja tadi malam aku selesai baca novel ini, bukannya belajar RPLeLe… Hehe…

    Setuju, emang ga sebagus 3 novel sebelumnya, tapi masih bolehlah… Maryamah Karpov cuma disebut sebanyak 2x. Aku juga ga ngerti. Novel ini lebih banyak nyeritain perjuangan si Ikal mencari A Ling. Soal ‘Mimpi-Mimpi Lintang’ yang ditambahin di judul novel, aku kira bakal nyeritain soal Lintangnya, eh, ternyata cuma nama buat kapalnya. Padahal masih penasaran sama Lintang…

    Mungkin yang rada ngecewain dari novel ini, klo ga salah siy dulu di novel Laskar Pelangi itu dibilang Maryamah Karpov ini akan membahas soal wanita dari sudut pandang yang berbeda. Ah, tapi menurutku ga kebahas tu. Hmm…

    iya, nih… ga dibahas

    Reply

  6. Posted by bintang on January 4, 2009 at 11:25 am

    euh yg pertama jg blm beres.. nasib x_x

    sy g baca yg ptama kok, Tang

    Reply

Respond to this post