Katanya Bersenang-Senang…(part I)

Sabtu-Minggu, 26-27 April kemarin saya mengikuti suatu kegiatan “senang-senang”. Full day, sampai-sampai saya meninggalkan teman saya berjuang untuk tugas StMik (peace2…kan udah dibikinin BnBnya)

Yah, begitulah. Hari pertama, saat berangkat menuju tempat ‘senang-senang’ tersebut, saya masih memikirkan kutu-kutu dalam BnB. Kebetulan, teman yang duduk di sebelah saya adalah anak STEI2007. Langsung saja saya mengeluarkan marketing skill : “ayo masuk IF!!!”

Kami pun sampai di tempat tujuan dan acara ‘senang-senang’pun dimulai. Pertama, kita berlomba mencari teman sebanyak-banyaknya. Mungkin saya lebih menyukai algoritma DFS, sehingga saya lebih bersemangat bila lomba yang diadakan adalah “mencari seorang teman, lalu menyelami hatinya” (ho3…). Acara pun dilanjutkan dengan bersenam bersama si-Tommy (sampai saat ini, masih menyenangkan dan saya mulai melupakan BnB)

Setelah snack pagi, kursi-kursi pun dipindahkan dan peserta ‘senang-senang’duduk di lantai. Layar LCD menampilkan pemandangan angkasa… gugusan galaksi, bintang, planet, indah sekali dan saya semakin senang. Teori-teori tentang alam semesta pun ditampilkan dari teori bumi itu datar hingga teori big bang. Kami kembali diingatkan tentang nasib tragis Om Galileo yang menyatakan “bumi itu bulat”.

Lanjut ke masalah angkasa, manusia baru menyadari adanya Teori Big Bang pada abad ke-20 Masehi, setelah Teleskop Hubble ditemukan… Pertanyaannya : apa yang terjadi bila pada abad ke-6 Masehi ada seseorang yang mengemukakan Teori Big Bang? Bisa-bisa ia bernasib serupa dengan Om Galileo.

Padahal, benar-benar ada orang yang pernah menyatakan Teori Big Bang pada abad ke-6 Masehi. Orang itu adalah Nabi Muhammad… Nah, loh mulai aneh. Emang Nabi Muhammad itu ahli astronomi?

Absurd…Namun, pernyataan berikut membuat sensasi yang luar biasa
“Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (QS 21:30)

…spechless
Mungkin kalau saya hidup pada masa kerasulan Muhammad, saya juga akan menentangnya. Rasa senang saya mulai terganggu dan pudar. Perlahan, seluruh ruangan diliputi keharuan dan tangisan.

Benarkah Nabi Muhammad yang telah menyatakan Teori Big Bang tersebut?
Nabi Muhammad bukan ahli astronomi, bahkan membaca pun beliau sulit…

Advertisements

6 thoughts on “Katanya Bersenang-Senang…(part I)

  1. hm, keren ya, res…
    jadi ikut terharu
    boong klo ada yg bilang esq ga guna,,

    kayanya dia belom nyoba
    atau udah ketutup hatinya

    iya, keren…btw, Chie udah pernah ikut?

  2. walaupun klo diperhatiin, “koleksi ayat-ayat ajaib”-nya ESQ ga nambah2 dari dulu,

    harus diakui, ESQ pernah mengubah jalan hidup dan pola pikir seorang Aisar.. dahulu.. šŸ™‚

    yah, nyumbang ayat gitu ke ESQ šŸ™‚ hayu ikut lagi, tobat Le…

  3. manusia yg baru menyadari ttg teori big bang pd abad 20 tu mank bodoh..gag prcaya mreka dg yg dikatakan Nabi Muhammad,malahan org2 pd abad 6 M tu mengatakan bhwa Muhammad tu gila krna mngatakan ttg big bang..gag sopan bnged tu org bilang nabi qta gila..pdhl yg dikatakan Muhammad tu kan bukan semata2 Muhammad mncari2 sensasi..tu smua adalah PERKATAAN ALLAH yg telah djelaskan dlm ALQURAN..

  4. Al Qur’an emg kalam Allah yang hebat ya, sgalanya ada disana jk qt mau mengkaji isinya.,,, subhanallah.,,, Allahhu akbar..,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s