Belajar Menulis dari Truman Capote

Akhirnya saya menulis di blog beneran setelah sekian lama menggunakan microblogging (rock). Tulisan ini terinspirasi oleh mata kuliah jurnalisme yang membahas seluk beluk dunia kepenulisan. That’s really great ^^

Pada pertemuan ketiga kuliah jurnalisme, sebuah film tentang dunia kepenulisan diputarkan. Film tersebut berjudul ‘Capote’ dan awalnya saya mengira film ini hanyalah fiksi belaka. Ternyata film ini benar-benar nyata berdasarkan kisah seorang penulis, Truman Capote dalam menulis sebuah buku  nonfiksi yang berjudul ‘In Cold Blood’. Jadi,  tulisan saya ini menceritakan sebuah film yang bercerita tentang Truman Capote yang sedang membuat cerita tentang sebuah pembunuhan.  Menariknya, buku berjudul ‘In Cold Blood’ juga difilmkan.

-SPOILER ALERT-

Film ini menggambarkan proses penelitian dalam proses membuat sebuah tulisan.  Truman Capote melakukan penelitian selama  sekitar 6 tahun dalam menulis ‘In Cold Blood’.  Konon, awalnya Capote hanya akan menulis sebuah tulisan pendek pada saat membaca berita tentang pembunuhan di Kansas. Namun, setelah datang ke Kansas, melihat korban-korban pembunuhan dan bertemu dengan kedua pembunuh, Capote lalu terinspirasi untuk membuat sebuah buku.

‘In Cold Blood’ yang terdiri atas 4 bab tersebut ditulis dengan terlebih dahulu melakukan wawancara terhadap pihak-pihak terkait, termasuk wawancara terhadap kedua pembunuh. Dalam film ‘Capote’, digambarkan bagaimana Capote melakukan pendekatan kepada kedua pembunuh, terutama kepada Perry Smith, sehingga Smith lalu menganggap Capote sebagai teman dekatnya. Hubungan emosional antara Capote dengan Smith sangat kental, bahkan ada sumber yang mengisukan bahwa Capote dan Smith terlibat hubungan romantik dan seksual (ups.. yang ini nggak perlu dicontoh 😛 )

Yang patut disoroti dari film ini yaitu proses menulis yang baik melibatkan proses penelitian. Konon, seorang penulis hanya akan dapat menulis kalau dia pernah membaca, baik membaca hal yang tersurat maupun hal yang tersirat. Penulis yang baik juga memiliki kepekaan yang baik terhadap lingkungannya, sehingga ia dapat me-capture realita ke dalam tulisannya. Last, tulisan yang baik  merupakan tulisan yang menginspirasi bahkan membuat orang lain ingin menuliskan hal yang serupa.

Biografi Capote dapat dibaca di sini
Selamat menulis 🙂

Advertisements

3 thoughts on “Belajar Menulis dari Truman Capote

  1. Hooo, yang bikin Breakfeast at Tiffany’s toh..
    Jadi pengen baca novelnya yang In Cold Blood juga, tapi yang Breakfeast at Tiffany’s aja gak ngerti gw bacanya.. Padahal novel ama filmnya (yg Breakfeast) sampai melegenda gitu, tp tetep ga ngerti segi “wow” nya darimana..

  2. hoeh, dulu saia pernah denger bang Andrea Hirata pernah merujuk ke salah satu buku dari Mr. TC ini. dia bilang, kalo Mr. TC adalah salah satu penulis favoritnya. dan saia baru tau Mr. TC itu dari blog ini. thx yo

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s