Puisi adalah Pesan Terenkripsi (2)

Pintu

Masih saja aku tak duduk
mengetuk

Sepoi telah jadi angin
meniup habis lilin-lilin
beku anjing jadi manekin

Masih saja aku tak duduk
mengetuk

Rasaku mati terhadap dingin
Sungguh, aku tak pernah ingin
berpaling
mengetuk pintu yang lain

Advertisements

16 thoughts on “Puisi adalah Pesan Terenkripsi (2)

  1. naaaaaahhhhh baru aja dikomenin puisi yang pertama tadi
    eh udah keluar puisi yang kedua

    yang ini bagus bagus
    angin.. dingin… meniup habis lilin lilin
    mengetuk pintu yang lain

    kalo gua ngerasa kaya
    perasaan lagi ingin diem nggak mau ada yang berubah
    kaya inginnya tidur aja di tempat tidur ga mau ngapa-ngapain
    hehehe (perasaan gua doang ya pas baca ini)

    nice one! πŸ˜‰

  2. kalo gw ngerasanya ini seperti sedang penantian yang panjang,
    meski banyak banget pillihan-pilihan yang lain
    tapi gw tetep berusaha menunggu yang satu ini

    feelingnya bagus ^_^

  3. @restya : oooooooooo yang itu :)) duh malu gua kalo ngeluarin di ranah maya :))

    @petra : si Mbak ya (evilsmirk) salut gua ama lu Pet! (worship) walau ke ujung duniaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s