First Surgery.. and Anniversary, too ^^

Kembali setelah hampir 3 bulan nggak ngeupdate ^^
Yosh, semoga masih dapet mood-nya. Hoho.. mau cerita apa yang terjadi di awal tahun yang challenging ini 😀

Setelah didiagnosa kelebihan estrogen sehingga mengakibatkan kista, saya dan suami diberi tanggal oleh dr. Wachyu untuk melakukan tindakan laparatomi di RSIA YPK Mandiri.
Dan tanggalnya adalah tanggal 7 Januari 2014, itu adalah H+1 anniversary.
Dan tanggal check-in di rumah sakitnya adalah tanggal 6 Januari 2014, jadi pas anniversary banget. It should be legendary!

Time flies so fast dan tiba-tiba saja udah tanggal 6 Januari 2014. Mama-papa dateng dari Malang, tante saya yang di Jakarta juga ikut dateng ke kontrakan buat menyemangati. Sorenya saya, suami, mama, dan papa pergi ke rumah sakitnya. Check in. Dapet kamar lengkap dengan TV kabel, Starworld dan How I Met Your Mother. Makanannya super enak dan banyak (7 kali makanan muncul tiap hari), mungkin disesuaikan dengan makanan ibu melahirkan dan menyusui. Sejahteraaaa…

Setelah makan-makan enak, malam harinya seorang perawat, namanya Mbak Nina, berkunjung untuk menjelaskan prosedur-prosedur yang akan dilewati keesokan harinya. Katanya biar nggak tegang… Ngaruh-ngaruh nggak ngaruh sih ke kesiapan mental.

Jam 11 malem, perawat lain berkunjung, memberi tahu bahwa waktu puasa makan-minum dimulai dan untuk membersihkan perut saya diberi obat pencahar. Obat pencaharnya berbentuk cair dan dimasukkan via anal. DIRECT HIT!  Obat ini mengakibatkan saya bolak-balik ke toilet sekitar 3 kali.. sungguh efektif 😀 Setelah itu saya tidur pulas..

happy anniversary, my dearest :*

Keesokan harinya, setelah sholat subuh saya diminta mandi lalu dipasangi infus. Sekitar pukul 6 pagi, saya digiring menuju ruang pemulihan menggunakan kursi roda. Di ruang tunggu, sambil tiduran saya melirik-lirik ke pasien yang sudah selesai operasi. They are alive!

Sampailah giliran saya memasuki ruangan operasi, ditemani Mbak Nina sang perawat yang mencoba mencairkan suasana.
Mbak Nina: wajahnya mirip ya ama suaminya
Saya: ah iya? 
Mbak Nina: tegang, ya?
Saya: *you don’t say* iya
Mbak Nina: saya juga pernah kok dioperasi kista
Saya: *tegang -1000*

Singkat cerita (emang aslinya nggak panjang juga sih), saya masuk ke ruang operasi. Di sana siap sang dokter anestesi. Anestesi yang diberikan adalah anestesi lokal, disuntik di tulang punggung. Tapi berasa sampai ke kaki. Kaki saya sempat merasa tersetrum saat dokter menyuntikkan cairan anestesi.

Setelah setengah badan saya mati rasa, saya dibantu untuk berposisi tidur. Nah, saat operasi pun dimulai. dr Wachyu dan dr. Cepi memasuki ruangan. Setengah badan saya ditutup dengan kain putih. Mirip di sinetron gitu, dipasang detektor detak jantung, kateter, dan oksigen buat bernafas. Bedanya adalah: saya bangun sepanjang operasi . Bagian perut saya terasa dipegang-pegang saja, padahal itu sebenarnya sedang disobek dan dibuka-buka. Hidup cairan anestesi >.<

Sepanjang operasi, saya merasa kedinginan sementara dokter anestesi secara periodik mengecek infus dan menambahkan morfin.

Tak lama, muncullah asap-asap dari balik kain putih. Entah apa yang terjadi, sepertinya benda dari tubuh saya dibakar menggunakan laser XD
Sekitar 45 menit, dr. Wachyu keluar dari balik kain putih dengan baju putih dan bercak darah. Saya melongok meja di samping jauh yang berisi benda-benda entah apa sementara terdengar suara: “penggaris mana, foto dulu!”. Sepertinya kista & mioma dari tubuh saya yang sedang ditaruh di meja itu. What an epic experience!

Operasi selesai 😀 Badan saya dilap oleh perawat dan saya dibawa ke ruang pemulihan. Karena kedinginan, saya diberi selimut hangat. Selimutnya diisi semacam gas sehingga benar-benar hangat.

Lalu, dua per dua anggota keluarga datang menjenguk di ruang operasi. Ada suami, mama, papa, mamah, papah, tante dan Mbak Esti. Senang dikunjungi, hehehe. Alhamdulillah lancar ^^

Sore setelah ashar, saya diantar kembali ke ruang inap. Belum boleh makan sampai keesokan hari. Belum boleh duduk juga tapi sudah dianjurkan untuk tiduran miring kiri dan kanan agar aliran darahnya lancar.

Cerita selanjutnya adalah cerita pemulihan dan post yang ini tampaknya sudah cukup panjang, jadi.. bersambung lagi sahaja.. hohoho

Achievement unlocked:

  • Check in rawat inap pertama kali
  • Tidur di kasur rumah sakit yang adjustable
  • Memakai obat pencahar anal
  • Memakai infus
  • Memakai kursi roda
  • Memakai obat anestesi
  • Memakai kateter
  • Memakai selang oksigen
  • Laparatomi
  • Memakai kasur roda
  • Memakai selimut hangat
  • Ulang tahun pernikahan pertama

 

Advertisements

5 thoughts on “First Surgery.. and Anniversary, too ^^

    • waktu itu udah “negative” kesehatannya, masa mau thinking negative juga 😛
      eh, nggak negative-negative amat sih, karena ini masalahnya di reproduksi, kesehatan overall nggak terpengaruh 😀
      alhamdulillah udah baikan pastinya *peluk balik*

  1. Pingback: Second Chance | Semangat!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s