Dzulhijjah (bukan nama orang) Has Come

Seperti yang sudah tertera dalam judul, Dzulhijjah di sini tidak akan merujuk kepada orang yang paginya bernama Zul dan malamnya bernama Ijah :P Dzulhijjah yang akan dibahas berkaitan dengan bulan yang tengah kita jalani : bulan Dzulhijjah.

 Kenapa tiba-tiba membahas bulan Dzulhijjah? Karena bulan ini istimewa. Let’s check it out…

Bulan Dzulhijjah = masakan Indonesia

Setidaknya seperti itu kesan yang saya dapatkan dari plurk seorang teman yang sedang berada di luar negeri. Hehe.

Bulan Dzulhijjah = sate kambing

Pernyataan di atas ditulis oleh anak kosan yang jarang makan daging kambing, contohnya saya sendiri :P

Bulan Dzulhijjah = penuh keberkahan

Ini siapa yang nulis, ya? (mode amnesia). Tapi yang jelas, setelah gugling sana-sini serta mengingat pelajaran agama, saya setuju dengan pernyataan ini. So, apa saja keistimewaan bulan Dzulhijjah? Continue reading

Jatuh Cinta pada Bacaan Pertama

Sejak masih kanak-kanak, saya suka menulis dan memperhatikan tulisan. Entah itu cerpen atau cerita imajinasi yang cukup panjang.

Saya masih ingat masa kecil saya, sewaktu ibu membawakan kertas-kertas reuse dari kantornya untuk saya pakai mengarang cerita putri duyung yang terpenjara, asal-usul bunga jasmine, dll.  Saya juga masih ingat ketika saya mengarang cerita petualangan di sebuah buku tulis yang saya lengkapi dengan peta petualangan. Udah macem Dan Brown dalam beberapa novel berpetanya :D

Saya suka membaca… Ada beberapa buku yang saya baca lebih dari satu kali karena keindahan buku tersebut. Indah, walaupun lama-lama bosan juga…

Tapi…
Ada sebuah bacaan yang hampir tidak pernah membuat saya bosan. Ada sebuah bacaan yang membuat saya sering menghela nafas panjang ketika membacanya. Ada sebuah bacaan yang membuat saya deg-degan. 

Bacaan itu punya bahasa yang indah dan penuh cinta. Continue reading

Deg-degan….

In this time of uncertainty…
I guess…
no one can save me…
but You…

Hari ini, saya  merasakan gempa yang cukup dahsyat. 7,3 SR dari Tasik, terasa juga di Bandung. . .

Ah, speechless…

Sampai saat ini, saya masih merasa agak paranoid. Mulai berpikir kalau-kalau pusat gempa berpindah beberapa kilometer saja sehingga saya nggak akan punya waktu lagi untuk blogging, facebooking, plurking, dan ah…

Ya Allah…
saya nggak tahu harus bawa apa ke hadapanMu…

Bulan Ramadhan Bagai Kepompong

Bulan Ramadhan bagai kepompong
Mengubah insan menjadi makin taqwa

 

 

Well, walaupun udah agak telat posting beginian (plus lagunya agak maksa), saya ingin mengucapkan…

Selamat menunaikan ibadah puasa…
Mohon maaf atas segala kesalahan…
Mohon diingatkan atas segala utang-piutang

Selanjutnya, ingin sekedar berbagi tentang perpuasaan dan Ramadhan…
Walau tiap tahun dijalani, saya sendiri suka lupa-lupa-lupa-lupa menjadikan Ramadhan semakin bermakna… dan hanya ingat-ingat-ingat-ingat cuma ingat laparnya (maksain lagu lagi :P )

Mari kita mulai dengan arti Ramadhan…Kata Ramadhan berarti panas (membakar), karena di Arab matahari terasa terik pada bulan Ramadhan. Bulan Ramadhan yang panas ini hendaknya dapat membakar segala keburukan-keburukan dan dosa-dosa kita. Seperti dalam hadis berikut..

“Shalat lima waktu, dari Jum’at (yang satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan hingga Ramadhan (berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Lalu kenapa puasa dipilih sebagai ibadah wajib di bulan Ramadhan, kenapa bukan haji? Karena haji ongkosnya mahal :P dan menurut Imam Al Ghazali, ada 2 pengertian khusus ibadah shaum..

  1. Shaum itu mencegah dan meninggalkan. Di dalam shaum itu sendiri terdapat rahasia. Tidak ada perbuatan yang terlihat (beda ama sholat, zakat dan haji yang bisa terlihat). Oleh karena itu tidak ada yang dapat melihat secara khusus seseorang itu shaum secara ikhlas atau tidak melainkan Allah Ta’ala. Di dalam ibadah shaum terkandung sebuah amalan batin dengan kesabaran semata-mata. Continue reading

Welcome Party for Infinity ^^

Nggak  terasa banget… adik2 angkatan 2008 sudah memasuki jurusan masing2. Secara otomatis, bertambahlah jumlah anggota keluarga baru di HMIF . Well, saya sudah semakin ‘bau sabuga’ rupanya ^^

Nah, buat menyambut anggota baru, pada tanggal 8 Agustus 2009 kemarin, ada welcome party hasil kolaborasi panitia SPARTA dan daemon2 HMIF. Walaupun sederhana, banyak hal yang bisa diambil dari kesederhanaan itu sendiri.

Special gift for me, soalnya ada sesi mentoring sore  itu yang membuat saya  dapat berinteraksi dengan intim ke adik2 2008. Sore itu, mereka bercerita tentang benda-benda yang menunjukkan komitmen mereka terhadap HMIF. Ada yang bawa MiZone (be 100%), proposal baksos, jas almamater, paku, amplop, lem, lem alteco, amplop, kemoceng, sampai tanaman. Menarik saat mereka bercerita tentang filosofi benda-benda yang mereka bawa :)

Masih dalam sesi mentoring, kita lalu saling bergosip tentang isi HMIF, yang pastinya nggak akan sekeren dibandingkan kesan pada pandangan pertama. There are a lot of problems inside.. but each problem make us grow to be a wiser person. (Amin, deh). Selanjutnya, kita membahas tentang perbedaan jelas antara interest dan commitment… antara “I’m lovin’ it”-nya McD dengan “I love you full”-nya Mbah Surip.

                              

Well.. setelah sesi mentoring yang usai, digantikan dengan sesi kelompok. Nah, metode yang kali ini agak bersifat agitasi. Tapi tetap rasional lah, ya. Di sesi kelompok, mereka diingatkan tentang pentingnya memiliki komitmen individu dan komitmen komunal. Quotes yang saya suka dari sesi ini disampaikan oleh HarBag dan Kak Nanto

Adalah mudah untuk mengatakan apa yang dilakukan, tapi jauh lebih sulit untuk melakukan apa yang dikatakan. Integritas adalah melakukan apa yang dikatakan.

Laki-laki (wanita juga kali, ya) kalau omongannya nggak bisa dipegang, apalagi yang bisa dipegang.

Sesi terakhir dari daemon sebelum peserta dikembalikan ke panitia adalah sesi komitmen angkatan. Di sini, mereka menyanyikan lagu angkatan… Infinity, Informatics for Unity; mempresentasikan gabungan benda-benda mereka; lalu menempelkan puzzle angkatan sekaligus meneriakkan komitmen pribadi.

Saya ingin menjadi senator…

Saya ingin menjadi juara imagine cup…

Saya ingin menjadi anggota DPP

Beberapa kalimat tersebut merupakan kalimat komitmen mereka. So sweet juga.

Sesi ini pun ditutup dengan sebuah kisah (sponsored by SSDK 2009 :) ) yang akhirnya menekankan kembali bahwa

Ketika mengapa begitu besar, bagaimana menjadi kecil…

Selanjutnya, peserta dimobilisasi ke Amphi-Arsi… Di Amphi-Arsi nya sendiri telah disiapkan film tentang perjuangan peserta selama SPARTA. Dihiasi dengan lilin, obor, dan baligho HMIF, Amphi-Arsi tampak gagah di bawah bulan purnama (lebay ni kalimatnya). Setelah menonton film SPARTA, peserta pun dilantik menjadi anggota biasa dan SPARTA resmi ditutup.. Yaps, massa himpunan lalu bersalaman dengan anggota baru HMIF…

Selamat datang adik-adik tersayang, Infinity 2008 ^^

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Teruskan, teruskan jiwa kami
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Old Poems…Likes These So Much

PADAMU JUA
(Amir Hamzah)

Habis kikis
segala cintaku hilang terbang
pulang kembali aku padamu
seperti dahulu

Kaulah kandil kemerlap
pelita jendela di malam gelap
melambai pulang perlahan
sabar, setia selalu.

Satu kekasihku
aku manusia
rindu rasa
rindu rupa.

Di mana engkau
rupa tiada
suara sayup
hanya kata merangkai hati

Engkau cemburu
engkau ganas
mangsa aku dalam cakarmu
bertukar tangkap dengan lepas

Nanar aku, gila sasar
sayang berulang padamu jua
engkau pelik menarik ingin
serupa dara di balik tirai

Kasihmu sunyi
menunggu seorang diri
lalu waktu – bukan giliranku
mati hari – bukan kawanku…

 –

DOA 
(Amir Hamzah)

Dengan apakah kubandingkan pertemuan kita, kekasihku?
dengan senja samar sepoi, pada masa purnama meningkat naik,
setelah menghalaukan panas terik,
angin malam mengembus lemah, menyejuk
badan , melambung rasa,
menayang fikir, membawa angan ke bawah kursimu.

Hatiku terang menerima katamu, bagai bintang
memasang lilinnya.

Kalbuku terbuka menunggu kasihmu, bagai
sedap-malam menyirak kelopak.

Aduh kekasihku, isi hatiku dengan katamu,

Penuhi dengan cahayamu, biar bersinar mataku
sendu, biar berbinar gelakku rayu!

DOA
(Chairil Anwar)

                        kepada pemeluk teguh

Tuhanku
dalam termangu
aku masih menyebut namaMu

 biar susah sungguh
mengingat Kau penuh seluruh

cayaMu panas suci
tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

Tuhanku
aku hilang bentuk
remuk

Tuhanku
aku mengembara di negeri asing

Tuhanku
di pintuMu aku mengetuk
aku tidak bisa berpaling

Ada yang terkenang pada masa SMP-SMA? Hehe… Jujur, saya langsung terkenang akan guru-guru bahasa Indonesia saya yang luar biasa. Guru-guru yang memotivasi murid-muridnya untuk membaca lebih banyak dan mengungkap makna di balik kata-kata (mulai alay).

Yap.. entah kenapa, walaupun nggak ngerti-ngerti banget ama sajak-sajak, saya suka membacanya.
Kadang ingin bisa menulis sajak yang indah… Bisa dikenang sepanjang masa…
Ingin bisa meninggalkan sesuatu untuk dunia…
Ingin jadi orang seperti kata Pakdhe Chairil Anwar : sekali berarti, sudah itu mati…
Atau seperti orang yang mengajarkan ilmu dan beramal ja’riyah  : berkali-kali berarti walau sudah mati… ^^

Hoho… udahan ah teorinya

Sering Menangis (?)

Melalui postingan ini, saya ingin mengucapkan terima kasih dan meminta maaf kepada teman-teman yang pernah direpotin…gara-gara saya sering menangis

Ingin ku kembali ke masa yang lalu, bahagianya dulu waktu kecilku
Kudengar cerita, mama papa bilang, aku lincah lucu waktu kecilku
Waktu kecilku, aku suka menangis…

Setelah membaca postingan Risa tentang SPARTA, saya kembali menyadari kebiasaan saya ini : sering menangis… Saya bahkan menangis 4x dalam 3 hari berturut-turut waktu akhir SPARTA dengan emosi yang berbeda-beda.

Yang pertama karena capek.
Yang kedua karena sebal campur terharu.
Yang ketiga karena terharu.
Yang keempat karena marah campur sedih…

Jadi nggak paham sendiri..begitu seringnya saya menangis. Sampai sempat bikin heboh orang-orang di labdas 3 gara-gara saya nangis waktu masa-masa nubes. Padahal alasan nangisnya juga nggak segitu pentingnya : saya pengen rapat >.<

Yaps, mungkin saya termasuk orang yang child-like (atau childish, ya?). Suka susah mengendalikan ekspresi dalam bentuk tangisan. Suka punya kemarahan dalam sumbu pendek. Suka kesel tapi tiba-tiba normal lagi.

Yang jelas, saya bukan pendendam…
Sekalinya saya punya masalah yang membuat saya menangis, beberapa jam kemudian saya bisa lupa kalau sebelumnya ada masalah yang rumit. Hehe…

Beberapa hari lalu ada seorang teman yang bertanya pada saya,  ”Emang nggak pernah sedih, ya? Kok jarang curhat?”  Saya hanya bisa berkata, “Nggak tahu, sedihnya ilang sendiri… ” (mungkin karena udah nangis dan udah lega)

Jadi2… buat temen-temen yang sering berinteraksi dengan saya, kalau lain kali saya nangis, anggap aja saya sedang capek. Karena alasan saya nangis kadang-kadang sepele, biasakanlah melihat saya menangis. Kecuali saya emang pengen cerita, jangan terlalu diperhatiin dan dianggep serius juga. Adanya perhatian bisa membuat saya menangis lebih kencang. He2 :D